Banjir Bandang dan Longsor Terjang Nduga, Papua Pegunungan — Belasan Warga Hilang

Selasa, 4 November 2025. Pukul 15:02 WIB

( Dokumentasi : Petugas dibantu warga melakukan pencarian korban hilang akibat banjir di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, 1 November 2025, foto bersumber dari situs BPBD )

Papua Pegunungan, — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nduga pada akhir pekan memicu bencana banjir bandang dan longsor di Distrik Dal, Papua Pegunungan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (1/11) sore dan diberitakan pada (3/11) yang menelan korban belasan warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sedikitnya 15 orang hilang, sebagian besar merupakan anak-anak dan remaja yang tengah berada di sekitar aliran sungai saat hujan lebat turun. Diduga, mereka terseret arus ketika air sungai tiba-tiba meluap dan membawa material lumpur serta batu besar dari tebing pegunungan.

( Dokumentasi : Petugas dibantu warga melakukan pencarian korban hilang akibat banjir di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, 1 November 2025, foto bersumber dari situs Jubi )

“Medan sangat sulit, arus sungai deras dan banyak material longsor yang menutup jalur. Kami masih terus berusaha mencari para korban,” ujar salah satu petugas tim gabungan SAR di lokasi kejadian.

Tim penyelamat dari BPBD, TNI-Polri, serta warga lokal bekerja sama untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran Kali Papan (Kali Panpan), lokasi utama terjadinya banjir bandang. Proses pencarian terkendala cuaca yang masih sering berubah dan akses medan yang terjal.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Papua Pegunungan sejak Jumat (31/10). Curah hujan tinggi membuat tanah di lereng gunung menjadi jenuh air dan mudah longsor, sementara aliran sungai kecil berubah menjadi arus besar yang membawa material tanah dan batu.

Bencana ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah pegunungan yang rawan longsor. Pemerintah daerah diimbau memperkuat sistem peringatan dini, sementara masyarakat diminta menghindari aktivitas di tepi sungai saat hujan deras turun.

Yayasan Amal Peduli Nusantara turut menyampaikan doa dan kepedulian mendalam bagi seluruh korban serta keluarga yang terdampak bencana ini. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu mereka yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal akibat bencana di Nduga.


Harapan dari kami untuk para korban

Bencana bisa datang kapan saja, dan kita harus selalu siap menghadapinya. Terutama wilayah yang rentan terkena dampak bencana alam. Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut keprihatinan kami kepada semua warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di papua. Semoga terjadi pemulihan cepat dan ada penanganan baik dari pemerintah setempat agar tidak terjadi kejadian serupa.