Senin, 16 Februari 2026. Pukul 15 : 48 WIB

( Dokumentasi : Kondisi banjir melanda Perumahan Grand Batik Kota Semarang, foto bersumber dari JPNN/BPBD )
Hujan deras berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kota Semarang pada Minggu (15/2) malam menyebabkan banjir di sejumlah kawasan permukiman pada Senin (16/2) pagi. Ketinggian air sempat mencapai sekitar 1,5 meter sebelum berangsur surut.
Menurut BPBD Kota Semarang, banjir terjadi karena sistem drainase tidak mampu menampung debit air hujan sehingga meluap ke lingkungan warga. Kepala BPBD, Endro Pudyo Martanto, menyebut tim telah melakukan asesmen dan evakuasi di lapangan.
Wilayah dan jumlah jiwa terdampak
Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Tembalang dan sekitarnya, dengan rincian:
- Perumahan Argo Residence Rowosari
- RT 007 RW 007: 25 KK (±80 jiwa)
- RT 008 RW 007: 25 KK (±80 jiwa)
- Grand Batik Semarang Meteseh
- 13 KK (33 jiwa)
- Grand Permata Tembalang
- RT 008 RW 003: 63 KK (138 jiwa)
- RT 009 RW 003: 47 KK (175 jiwa)
- Perumahan Dinar Indah Meteseh
- RT 006 RW 026: 34 jiwa terdampak
- RW 001 Kelurahan Rowosari
- Sekitar 200 KK (±500 jiwa)
Selain itu, sebanyak 18 warga (12 orang dewasa dan 6 balita) sempat mengungsi di Masjid Iktifal Al Barokah untuk menghindari genangan yang tinggi.
Dampak kerusakan pada rumah

( Dokumentasi :Kondisi ketinggian banjir wilayah Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dinihari, foto bersumber dari Jawapos )
Genangan setinggi hingga 1,5 meter menyebabkan air masuk ke dalam rumah warga dan menimbulkan kerusakan, antara lain:
- Lantai dan dinding rumah lembap serta sebagian rusak ringan
- Perabot rumah tangga, kasur, dan lemari terendam
- Peralatan elektronik rusak akibat terendam air
- Dapur dan persediaan makanan terdampak
- Akses jalan lingkungan tertutup genangan dan lumpur
Sebagian rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bagian interior dan barang-barang yang tidak sempat diselamatkan.
Dampak terhadap warga
- Ratusan kepala keluarga dan ratusan jiwa terdampak langsung
- Warga harus mengungsi sementara, termasuk balita
- Aktivitas harian, pekerjaan, dan sekolah terganggu
- Kerugian material dirasakan cukup besar oleh masyarakat
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Penanganan dan harapan
Pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan evakuasi, pendataan, serta pemantauan wilayah yang masih tergenang. Bantuan dan penanganan awal juga mulai diberikan kepada warga terdampak.
Kami turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat Semarang. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan pemulihan dapat berjalan cepat dengan dukungan pemerintah serta berbagai pihak. Harapannya, perbaikan sistem drainase dan mitigasi bencana dapat diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

