Angin Ribut Terjang Boyolali, Enam Rumah Rusak. Atap Warga Terbang Diterpa Angin Kencang

Kamis, 26 Maret 2026. Pukul 15 : 08 WIB

( Dokumentasi : Sejumlah atap rumah rusak dan beberapa rumah terdampak angin ribut di boyolali, foto bersumber dari tangkapan layar tiktok solopos )

Boyolali, Jawa Tengah — Angin ribut melanda Desa Sidopekso, Kabupaten Boyolali, pada 26 Maret 2026, menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Angin kencang datang secara tiba-tiba disertai hujan, membuat beberapa bagian atap rumah tidak mampu bertahan.

Peristiwa ini terjadi dalam waktu singkat, namun cukup kuat hingga merusak bagian atas bangunan.


Dampak pada Rumah Warga

  • 6 rumah warga terdampak langsung
  • Kerusakan didominasi pada bagian atap:
    • Genteng beterbangan
    • Rangka atap bergeser
  • Beberapa bagian rumah terbuka sehingga rawan terkena hujan lanjutan

Sebagian besar kerusakan tergolong ringan hingga sedang, namun tetap membutuhkan perbaikan agar rumah dapat kembali layak ditempati.


Dampak terhadap Warga

( Dokumentasi : Sejumlah atap rumah rusak dan beberapa rumah terdampak angin ribut di boyolali, foto bersumber dari tangkapan layar tiktok solopos )

  • 6 Kepala Keluarga (KK) terdampak
  • Warga sempat panik saat angin kencang terjadi
  • Aktivitas warga terganggu sementara karena harus memperbaiki rumah

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.


Penanganan di Lapangan

Pemerintah daerah bersama aparat setempat melakukan:

  • Pendataan rumah terdampak
  • Koordinasi perbaikan darurat pada bagian atap
  • Pemantauan cuaca untuk mengantisipasi kejadian susulan

Harapan dan Doa

( Dokumentasi : Sejumlah atap rumah rusak dan beberapa rumah terdampak angin ribut di boyolali, foto bersumber dari tangkapan layar tiktok solopos )

Kami dari Yayasan Amal Peduli Nusantara turut prihatin atas kejadian angin ribut yang melanda Boyolali.

Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan kondisi rumah dapat segera diperbaiki. Kami juga berharap adanya langkah antisipasi ke depan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.