Jumat, 27 Februari 2026. Pukul 10 : 38 WIB

( Dokumentasi : Salah satu sungai di Bondowoso yang volume air naik pasca hujan deras di wilayah setempat, foto bersumber dari situs Beritajatim )
Bondowoso, Jawa Timur — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso pada 23 Februari 2026 berlanjut berdampak hingga tanggal 26 Februari 2026, menciptakan sebuah tantangan nyata bagi masyarakat pedesaan dan permukiman warga. Banjir yang dipicu oleh aliran air hujan tinggi menyebabkan genangan merendam permukiman di berbagai desa, memaksa ratusan keluarga menghadapi kondisi hidup yang berubah mendadak.
Banjir Merendam Permukiman & Lahan
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), air banjir merendam sembilan desa dan dua kelurahan di tujuh kecamatan di Bondowoso. Debit air yang tinggi mengakibatkan 196 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan banjir mencapai kedalaman sekitar 10–15 centimeter di sejumlah titik.
🏠 Dampak Kerusakan & Kehidupan Warga
Dalam kejadian ini, dampak nyata bukan hanya pada jumlah KK yang terdampak, tetapi juga:
- Satu unit jembatan mengalami kerusakan, sehingga akses vital bagi masyarakat menjadi terganggu sementara waktu.
- Sekitar 800 meter persegi lahan pertanian ikut terendam, yang berpotensi mempengaruhi mata pencaharian petani setempat.
- Permukiman warga yang sebelumnya tenang kini direndam air, memaksa keluarga menata ulang aktivitas harian mereka dan menghadapi tantangan baru dalam membersihkan rumah serta lingkungan setelah banjir berangsur surut.
Proses Surut & Kondisi Terkini
Air banjir berangsur surut sejak 25 Februari 2026, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso tetap siaga karena potensi hujan lebat dan banjir susulan masih ada apabila curah hujan tinggi kembali terjadi.
Doa & Harapan untuk Bondowoso
Kondisi ini kembali mengingatkan kita bahwa perubahan cuaca dan kejadian hidrometeorologi dapat menghadirkan tantangan tak terduga bagi masyarakat. Untuk saudara-saudara kita di Bondowoso yang tengah menghadapi kesulitan akibat banjir ini, kita bersama mengirimkan doa dan rasa harapan agar:
air segera surut sepenuhnya, aktivitas masyarakat kembali normal, dan upaya pemulihan infrastruktur oleh pemerintah serta instansi terkait berlangsung cepat dan menyeluruh, sehingga situasi seperti ini dapat diminimalkan di masa yang akan datang.
Semoga keluarga-keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan dalam memperbaiki kehidupan sehari-hari pascabencana ini.

