Air Membanjiri Pemukiman Grobogan : Ribuan Keluarga Menghadapi Banjir Luapan Sungai

Rabu, 18 Februari 2026. Pukul 16 : 26 WIB

Floodwaters submerge Tinanding Village on Tuesday in Gubug District, Grobogan Regency, Central Java. Torrential rains have caused severe flooding across Grobogan regency, damaging key roads, inundating homes and submerging thousands of hectares of rice fields.

( Dokumentasi : Pantauan udara banjir melanda permukiman dan persawahan di Jalan Kuwu-Danyang, Kabupaten Grobogan, foto bersumber dari Jakartapost/Antara )

Grobogan, Jawa tengah – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Minggu malam (15 Februari 2026) sampai pagi (16 Februari 2026) membawa kisah haru dari sejumlah desa yang berada di cekungan sungai. Debit air yang terus meningkat menyebabkan luapan dari beberapa sungai utama—termasuk Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi—menggenangi permukiman warga hingga ke area persawahan.

Ribuan Keluarga Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan mencatat banjir telah melanda 45 desa di 11 kecamatan, berdampak pada sekitar 9.736 kepala keluarga (KK) yang tersebar di wilayah terdampak. Gelombang air merendam rumah-rumah warga, jalan lingkungan, dan berbagai fasilitas publik sejak dini hari, membuat suasana di sejumlah kecamatan berubah drastis.

Genangan air yang mencapai ketinggian hingga sekitar satu meter di beberapa titik menjadikan aktivitas sehari-hari warga sangat terganggu. Beberapa kawasan permukiman di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, menjadi salah satu titik terdampak berat, sementara desa-desa lain mencatat genangan mulai dari beberapa puluh sentimeter.

Rumah Rusak dan Tantangan Infrastruktur

Banjir Grobogan, 7 Tanggul Jebol dan 9.800 Warga Terdampak - JPNN.com Jateng

( Dokumentasi : Pantauan udara banjir melanda permukiman dan persawahan di Jalan Kuwu-Danyang, Kabupaten Grobogan, foto bersumber dari JPNN/infogrobogan )

Banjir ini bukan hanya soal genangan air semata—penutupan sementara akses jalan terjadi di beberapa titik akibat tanggul yang jebol di Sungai Tuntang, sehingga mobilitas masyarakat sempat terganggu. Catatan sementara menunjukkan beberapa rumah mengalami rusak berat dan sedang di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, menambah beban keluarga yang terdampak.

Selain itu, banjir juga merendam area persawahan yang siap panen, mengancam mata pencaharian petani setempat apabila genangan tidak cepat surut.

Harapan dan Doa untuk Grobogan
Walau banjir telah menyisakan tantangan besar bagi ribuan warga Grobogan, kolaborasi antara BPBD, TNI-Polri, serta unsur pemerintah daerah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan perbaikan infrastruktur difokuskan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahkan telah mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung percepatan penanganan dampak banjir ini.

BPBD: Banjir rendam 27 desa di Grobogan

( Dokumentasi : Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibatkan ribuan keluarga yang tersebar di 27 desa terdampak, foto bersumber dari Antara )

Cerita banjir di Grobogan ini mengingatkan kita akan kekuatan alam yang tak terelakkan. Pada saat yang sama, kita turut berduka cita dan berdoa agar keluarga terdampak diberikan ketabahan, semoga terjadi pemulihan yang cepat, serta dukungan dari semua pihak untuk pulih kembali secara bertahap dan penuh harapan.