49 Jiwa Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran di 3/4 Ulu Palembang

Jumat, 26 September 2025. Pukul 11:28 WIB 

( Dokumentasi : Kebakaran kawasan padat penduduk yang berlangsung di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Khotib, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan, foto bersumber dari situs Kompas )

Palembang, 24 September 2025 — Sebuah kebakaran hebat melanda permukiman padat di Lorong Wakaf, Jalan KH M Asyik, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I — memaksa setidaknya 49 warga kehilangan tempat tinggal dan merusak banyak rumah.

Peristiwa & Diduga Penyebab

Kebakaran pecah sekitar pukul 16.30 WIB pada Rabu sore (24/9). Camat SU I, Mukhtiar Hijrun, menyebut bahwa dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik. Api diketahui berasal dari sebuah rumah “bedeng” kecil, kemudian menyebar ke rumah-rumah semi permanen di sekitarnya.

Menurut data dari pihak kelurahan, 11 rumah dinyatakan hangus terbakar dalam insiden ini.

Dampak terhadap Warga

( Dokumentasi : Kebakaran kawasan padat penduduk, foto bersumber dari situs Sumsel Independen )

Dari total korban, tercatat 17 Kepala Keluarga (KK) kehilangan rumah mereka — yang berarti 49 jiwa benar-benar harus kehilangan tempat tinggal. Selain itu, ada tambahan 3 KK (12 jiwa) yang terdampak tapi rumahnya tidak sepenuhnya hangus: total korban menjadi 56 jiwa yang terkena dampak langsung.

Di antara korban, 7 lansia dan 7 anak sekolah turut menjadi bagian dari mereka yang terdampak. Salah satu korban lansia bernama Sukarman (60 Tahun) menceritakan bahwa saat kejadian, ia tengah memperbaiki bagian rumahnya ketika api tiba-tiba muncul. Istri dan cucunya selamat tanpa luka serius.

Respons Cepat & Bantuan Darurat

( Dokumentasi : Kondisi rumah warga di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara rusak parah diterjang angin puting beliung, foto bersumber dari situs BPBD )

Pemerintah kota dan lembaga terkait segera bergerak. Bantuan darurat disalurkan kepada korban — meliputi pakaian, bahan pokok, serta kebutuhan khusus anak sekolah yang kehilangan perlengkapannya. Untuk lansia, tim kesehatan lokal telah dikerahkan untuk memberi penanganan khusus.

Camat Mukhtiar juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, apalagi cuaca panas dinilai bisa memicu insiden sejenis. Ia menekankan bahwa pemerintah siap mendampingi warga dalam pemulihan, termasuk pengusulan bantuan pada dinas UMKM bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.

Harapan

Kita patut bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Tapi kenyataan bahwa puluhan warga kehilangan rumahnya menjadi panggilan bagi kita semua.

Yayasan Amal Peduli Nusantara menyampaikan turut prihatin kepada warga korban kebakaran, dan berharap tidak adanya penambahan korban jiwa atau korban kerusakan lainnya.