Sabtu, 25 Oktober 2025. Pukul 18:06 WIB

( Dokumentasi : Visual udara banjir luapan kali di Kecamatan Rowokangkung, Lumajang, Jawa Timur, foto bersumber dari situs Suarahits )
Ratusan warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, terpaksa berjibaku menyelamatkan barang-barang mereka saat banjir tiba-tiba menerjang di tengah malam. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, 24 Oktober 2025, ketika sebagian besar masyarakat sedang tertidur lelap dan tidak menyangka ketinggian air akan meningkat begitu cepat.
Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Lumajang sejak malam hari. Debit air Sungai Banter melonjak hingga meluap ke pemukiman, terutama di kawasan dataran rendah. Dalam hitungan jam, air telah menggenangi rumah-rumah warga dan memutus aktivitas mereka hingga dini hari.

( Dokumentasi : Sedikitnya 400 rumah di Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, terendam banjir setinggi hampir satu meter., foto bersumber dari situs Pantura 7 )
Sedikitnya 400 rumah terdampak banjir berdasarkan pendataan awal pihak berwenang. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 hingga 90 sentimeter, bahkan masuk hingga ke ruang tamu dan kamar warga. Situasi ini memaksa banyak keluarga mengevakuasi perangkat elektronik dan dokumen penting agar tidak rusak terendam.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang langsung turun melakukan kaji cepat serta pendataan kerusakan di lapangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memonitor kondisi banjir ini serta potensi cuaca ekstrem yang mungkin kembali terjadi di kawasan Jawa Timur.

( Dokumentasi : Rumah yang terdampak banjir, foto bersumber dari situs Pantura7 )
Hingga berita ini disusun, belum ditemukan adanya laporan korban jiwa. Namun kerugian material warga diperkirakan cukup signifikan karena air masuk secara tiba-tiba dan menggenangi perabotan serta barang rumah tangga. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa wilayah rawan banjir memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama pada musim penghujan.

