1.378 Gempa Susulan Guncang Maluku Utara, Warga Masih Hidup dalam Kewaspadaan

Kamis, 9 April 2026. Pukul 15 : 27 WIB

Sebuah bangunan rusak berat akibat gempa di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate, Malut, Kamis (2/4/2026). (BeritaNasional/BNPB)

( Dokumentasi : 1.378 Gempa Susulan di Malut sejak 2 April, Warga Diimbau Hindari Bangunan Rusak, Foto bersumber dari situs beritanasional )

Maluku Utara — Getaran belum benar-benar berhenti. Setelah gempa besar mengguncang wilayah ini, warga masih harus menghadapi ratusan bahkan ribuan gempa susulan yang datang silih berganti.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 9 April 2026 telah terjadi 1.378 gempa susulan pasca gempa utama bermagnitudo 7,6 yang terjadi pada 2 April 2026. Aktivitas ini menunjukkan tren menurun, namun getaran masih mungkin dirasakan dalam beberapa waktu ke depan.


Kronologi dan Kondisi Terkini

Gempa utama terjadi di wilayah Laut Maluku, dekat Pulau Batang Dua dan Ternate, dengan kekuatan besar yang dirasakan hingga Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Sejak saat itu, gempa susulan terus terjadi:

  • Hari pertama: ratusan gempa tercatat
  • Hari-hari berikutnya: jumlahnya mulai menurun
  • Hingga 9 April: total mencapai 1.378 kejadian

BMKG menyebut aktivitas ini akan meluruh dalam 2–3 minggu, namun selama periode tersebut, masyarakat masih perlu waspada terhadap gempa susulan.


Dampak Kerusakan Rumah dan Infrastruktur

Gempa utama dan susulannya menimbulkan kerusakan yang cukup luas di berbagai wilayah:

  • Lebih dari 450 bangunan rusak atau hancur di beberapa wilayah terdampak
  • Di Kota Ternate saja, tercatat sekitar 282 rumah dan fasilitas ibadah mengalami kerusakan
  • Di Pulau Batang Dua:
    • Puluhan rumah roboh total
    • Banyak rumah rusak sedang hingga ringan
  • Kerusakan juga meliputi:
    • Sekolah
    • Tempat ibadah
    • Kantor pemerintahan
    • Jalan dan fasilitas umum

Beberapa bangunan mengalami retakan serius, bahkan berisiko runtuh akibat gempa susulan yang masih terjadi.


Dampak terhadap Warga (Jiwa & Kehidupan)

Dampak terhadap masyarakat tidak hanya pada bangunan, tetapi juga pada keselamatan dan kehidupan sehari-hari:

  • 1 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan
  • Beberapa warga mengalami luka-luka akibat material bangunan dan kepanikan saat gempa
  • Ribuan warga mengungsi, terutama di wilayah dekat pusat gempa seperti Batang Dua
  • Warga mengalami:
    • Trauma dan ketakutan akibat gempa berulang
    • Tidur di luar rumah atau di tenda darurat
    • Gangguan aktivitas harian dan ekonomi

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak kembali ke bangunan yang rusak karena berisiko runtuh saat gempa susulan.


Harapan dan Doa

Rangkaian gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia berada di zona rawan bencana yang membutuhkan kesiapsiagaan bersama.

Kami menyampaikan turut prihatin yang mendalam kepada masyarakat Maluku Utara yang terdampak. Semoga warga yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, perlindungan, dan pemulihan yang cepat.

Diharapkan penanganan yang dilakukan pemerintah dapat terus berjalan dengan baik, serta ke depan adanya peningkatan mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak yang lebih besar di masa mendatang.